Arsip Tag: otomotif dan motor

Piston……….mitos yang ada

sebagai selingan masalah Power Build-up kita simak juga tentang bagian dari mesin itu sendiri…piston, merupakan satu dari komponen utama mesin siklus otto….banyak mitos dan anggapan yang salah dimasyarakat..jika dilihat dari Hand-book nya sendiri.

Nah..prof. Kolor Ijo dari negeri antah barantah pernah membuat hand-book tentang IC.Engine….karyanya juga jadi panutan tukang ingsinyur dalam mendesign dan mengembangkan mesin

woke..begini singkatnya…..

bagian2 piston

Piston adalah cakram yang bergerak reciprocating/bolak-balik didalam silinder..nah fungsinya yang utama sebagai penerima expand gas/pembakaran dan mengubah energi panas menjadi energi gerak..dari gerakan reciprocating/bolak-balik menjadi gerak angular/berputar……waduh..bosone planet banget yak…..pantes jadi mata kuliah paling susah di teknik mesin…hehehehe……..

trus bagian dari piston ikie opo wae tho???

secara garis besar piston terbagi menjadi

  1. head/crown..merupakan penampang piston….bentuknya beragam..tergantung dari agama dan kepercayaan masing2..mau jenong…flat bahkan model ceruk juga sah2 saja..
  2. ring piston…punya fungsi sebagai seal/pembatas antara piston dan silinder..bersifat keras,tidak mudah memuai dan tahan gesek…material yang cocok adalah “grey cast iron”/besi cor abu2 yang punya struktur mikro nodular (membulat)
  3. Skirt/sayap (bahasa bengkelnya)..berfungsi sebagai tumpuan/bearing piston saat bergesekan dengan silinder…semakin panjang..maka gerak piston semakin stabil…biasanya mekanik balap memotongnya untuk mengurangi gesekan..akibatnya setang seher gampang oblak…ada rekayasa pada bagian ini dengan melapisinya pake Molibdenum..ben licin…bagian ini juga yang membedakan piston kompetisi dengan piston buat harian….
  4. Pen piston…model yang diaplikasi umumnya model floating dan di tahan Circum-clip/sirklip….

penampang saat dibelah

Kata prof.kolor ijo..material buat piston juga beragam..disinilah mitos itu nyempil…banyak anggapan yang sesat seputar piston..nah si kolor ijo yang sesat juga baik hati mau berbagi dalam bukunya….

Commonly..alias biasanya piston itu dibuat dari cast iron,cast aluminium, cast steel ataupun forged dari ketiga bahan diatas….ada juga proses sintering..tapi Cuma buat produk2 pesawat luar angkasa yang bahannya terbuat dari alloy..ataupun masuk jenis composite….

trus pembeda peruntukan dari bahan2 diatas apa yak?? yah kecepatan dari piston lah yang jadi pembeda bahan yang dipakai…piston yang punya kecepatan lebih dari 6m/s harus pakai bahan dari forged alumunium/forged steel.

lah..kalo ada pabrikan yang bilang pistonnya adalah forged piston gimana?? ya sah2 saja tho..namanya juga bahasa marketing…bukan engineer….

Alasan Prof. kolor ijo applied Forged piston (Alumunium Alloy)

1. Al-alloy punya konduktifitas panas/kecepatan membuang panas yang tinggi..sehingga pada mesin kompresi tinggi dan kecepatan piston tinggi panas dapat secara cepat dilepas

untuk Al: 174.75 watt/m/◦c sedang untuk cast iron cuma 46.6 watt/m/◦c

2. Al-alloy lebih ringan dan punya kekuatan yang woke dibawah suhu 325oc…..nah begitu suhu naik diatas temp 325oc maka kekuatan turun sampai 50%!!! (berkenaan dengan sifat mekanik dari material)

jadi jangan beranggapan kalo piston dalam negeri jelek karena pembuatannya gak bagus ato mesin press-nya kecil….bisa diketawain ntar….jadi piston jadi krupuk karena sifat mekanik material yang gak tahan pada suhu tinggi….tapi tenang aja………pabrikan piston dah menutup kekurangan itu dengan melapisi piston pake al-oxide dengan proses electric…pabrikan motor juga memasang silinder dengan water jacket/radiator untuk mencegah suhu mesin naik…so jangan ampe motor2 kenceng macam ninja 150 atau vixi habis air radiatornya….kalo papas head piston juga itung2 dulu..biar lapisan al-oxide tidak ikut kepotong…..njebluk ntar kalo gak tahan digebuk kompresi tinggi

3. Nah jika ada kelebihan pasti ada kekurangan dong……kata prof. kolor ijo…meski center temperature al-alloy piston berkisar 260oc ~ 290oc..koefisien expansi termalnya juga gede…yaitu sebesar 0.24 x 10-6m/oc…sehingga piston ini cepat memuai…..dampaknya untuk menghindari piston macet…maka clearance/celah piston dan silinder dibuat besar kira2 ~0.006mm!! piston juga didesain “agak” oval…

kalo ada yang bilang motor merek A lebih bertenaga saat panas ya dikarenakan saat panas piston udah ngepas banget sama silinder..jadi kompresinya madep-mantep….

itu juga yang bikin saya pede make motor tanpa dipanasi..lha wong clearance-nya tinggi kok..so gak perlu buang bensin dan waktu buat manasin mesin

Al-Alloy Cuma woke buat mesin scooter ataupun gas-engine dengan cc kecil (dibawah 8liter/8000cc)..mesin2 diesel dengan cc gede tidak cocok karena suhu kerjanya diatas 600oc…..bahkan untuk mesin 3000cc ala F1 saja sering jebol…padahal bahan dan prosesnya oke….

moga2 coretan prof.kolor ijo juga bermanfaat bagi kalayak…gak Cuma suhu2 mesin..saja yang tahu….

dikutip dari hand-book of machine design..chapter internal combustion engine hal 1015

MOTOR STANDART GANTI BUSI RACING, PERCUMA!!

sebenarnya…banyak yang ingin di share/dibagi dalam blog ini. terutama masalah technologi motor, maklum-lah motor sudah menjadi teman sehari-hari. dan biasanya orang ingin mendongkrak performa motor tapi asal, tidak ada dasar pengetahuannya! karena penasaran hal yang dilakukan cenderung mubadzir danbersifat coba-coba. hal tersebut dimanfaatkan pedagang untuk menjual dagangannya, efeknya motor gak kenceng tapi mesinnya malah jebol.

kali ini penulis akan membahas masalah busi racing dipakai untuk harian pada motor standart! banyak temen yang minta saran, busi racing apa sih yang cocok untuk motor bebekku? (motor baru keluar dari dealer, pengennya langsung upgrade)!! mungkin pertanyaan tersebut juga sering terdengar di telinga sobat semua…

kalo dari sisi teknis motor standart pake businya ya yang biasa aja! gak uasah racing-racingan…selain harganya mahal performanya gak keluar pada motor STD, ah ….masak sih?! Dalam pengapian, busi tidak bekerja sendiri. ada komponen lain yang menunjang kinerjanya, mulai dari pulser/sensor, CDI juga koil. kalo komponen-komponen yang lain saja masih standart berarti api yang di umpan dari koil juga segitu-segitu aja! nah disini busi racing tidak bisa menerima perlakuan yang standart, karena busi racing sendiri di desain para engineer-nya untuk kompetisi.

BUsi memiliki proses kerja(pembakaran) self-cleaner! bahasa simpelnya yaitu pembersihan -sendiri. Nah disini banyak orang tidah ngeh(paham)! Busi racing dan busi es-te-de memiliki angka self-cleaner (SC) yang berbeda. busi racing bekerja pada range temperatur yang tinggi. hal tersebut tentu saja diperoleh pada putaran mesin yang tinggi. nah pada rpm yang tinggi ini SC busi racing bekerja, so kalo  rpm-nya rendah self-cleaner gak jalan, businya ngupil (berkerak), tenaga drop dan busi mati! gak jadi kenceng deh tuh motor! Kalau mau nekat pakai busi racing buat harian,  Pilih seri busi yang paling sesuai dengan kompresi motor STD.  Sampeyan bisa lihat dari kode busi. Misalnya ND atau NGK, rumusnya semakin kecil kode, maka semakin rendah pula SC-nya. Kan di serinya ada angka 6, 7 dan seterusnya.

Tapi kalo ngotot mau pakai busi racing dan dompet tebel juga gak papa, saya akan kasih solusi! Busi racing/tipe dingin bekerja pada termperatur yang tinggi. untuk mencapai hal tersebut banyak cara yang bisa dilakukan. dari langkah pertama yaitu menaikkan kompresi. bisa ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari over size,mengurangi packing atau mengurangi ketinggian ruang bakar(memapas head silinder). langkah kedua adalah menyesuaikan pengapian. karena kompresi sudah naik maka pengapian juga harus advance, yaitu dengan mengganti CDI standart dengan CDI yang programmable. CDI ini juga memiliki angka limit yang tinggi, biasanya diatas 12000rpm. langkah ketiga yaitu menyesuaikan octane BBM. hal ini dilakukan untuk menghilangkan gejala detonasi. Pilih yang angka RON dan MON-nya tidak terpaut jauh! untuk lebih jelasnya next time bisa disambung lagi.

jadi jelas, kalo motor STD pake busi racing pasti cepet mati dan seperti ndut-endutan. kalo ada yang bilang aku pake busi tipe iridium tapi oke-oke saja, berarti sampeyam beli yang elektrodanya iridium tapi yang buat harian! karena elektroda busi sendiri ada bermacam-macam dari tembaga, platinum, iridium, silver/gold (yang terakhir disebut harus order). elektroda tersebut memiliki daya hantar yang berbeda, semakin bagus daya hantarnya ya semakin mahal. tapi sayang juga jika beli busi iridium yang harganya 90rb baru dipakai sehari trus korslet! karena gak ada garansi dari pabrik jika busi korslet akan ditukar baru!

GANTI OLI MOTOR KESAYANGAN, BEBAS KOK, ASAL…..

kalo kemarin mbahas masalah bensin, nah sekarang gantian olinya! oli di motor bagaikan darah, salah ganti oli akibatnya turun mesin! tapi kok tulisan diatas bilang bebas ya…………….

pernah kan ganti merek oli, trus beberapa minggu kemudian turun mesin, kasian deh! woke, penulis mau sharing masalah oli dan speknya. sebelum ngomongin yang aneh2 lihat kodenya dulu

API (American Petroleum Institute)

American Petroleum Institute adalah sebuah lembaga resmi di Amerika Serikat yang diakui di seluruh dunia, yang membuat kategori pelumas sesuai dengan kerja mesin. Klasifikasi pelumas mesin berbahan bakar bensin ditandai dengan huruf  S (Spark) sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf  C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ dan SL (untuk mesin bensin) dan CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4 (untuk mesin diesel). Pelumas yang memenuhi standar mutu ditandai dengan pencantuman kata “API Service”,

SAE (Society of American Engineers).

Dalam pelumas dikenal dua tingkat kekentalan yaitu :
1.    Pelumas dengan kekentalan tunggal (mono grade)
Monograde ditandai dengan satu angka SAE misalnya SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 90, dll
2.    Pelumas dengan kekentalan ganda (multi grade)
Multi grade ditandai dengan dua angka SAE misalnya SAE 10W-30, SAE 20W-50, dll
Pelumas mono grade hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Pelumas kategori ini memiliki rentang yang relatif sempit atau kecil terhadap perubahan temperatur. Kini yang banyak digunakan adalah pelumas multi grade, sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap perubahan temperatur. Contohnya pelumas SAE 10W-30. Huruf W  menunjukkan bahwa bila pelumas dipakai pada suhu rendah (W=winter/dingin), pelumas akan bersifat seperti pelumas SAE 10. Sementara angka 30 menunjukkan bahwa pada suhu tinggi (panas) pelumas bersifat seperti SAE 30.

JASO (Japan Automotive Standard Organization).

JASO adalah nama standar otomotif dari Jepang. Standart JASO sendiri  ada 3 yang beredar di Indonesia

Oli Mesin dengan Standard JASO MA, tidak ada penambahan Additif anti gesek pada oli, sehingga kopling basah tidak slip.
Oli Mesin dengan Standard JASO MB, ada penambahkan sedikit kandungan Additif untuk mengurangi friksi/gesekan pada mesin, namun ditujukan untuk mesin2 motor yang Advance Wet Clutch (kopling basah yang khusus) ataupun motor-motor dengan pemakaian kopling kering
Sedangkan untuk oli samping mesin 2 tak, harus memenuhi standard JASO-FC.

Trus Oli apa yang cocok untuk motorku?

Penulis tidak akan menyebutkan merek, meski di forum2  oli amerika yang dipakai banyak artis ditolak habis-habisan! penulis hanya menyebutkan kriteria oli yang cocok aja

1. motor tua pilih oli mineral dengan SAE 20W-50 JASO MA API servicenya terserah yang penting dibawah SL

2. motor matic pilih oli semi-syntetic dengan SAE 10W-40 JASO MB API servicesnya SG keatas

3.motor bebek pilih oli semi-syntetic dengan SAE 10W-40 atau 10W-30 JASO MA API service SG keatas

4. motor laki u/ jarak jauh pilih oli syntetic (harga kisaran 100-an rb) dengan SAE 15W-50 JASO MA API service SG keatas

5. pilih merek oli dengan tingkat penguapan rendah! (ini penting dan krusial)

6. Jangan pilih Oli daur ulang…kandungan sulphur/belerangnya banyak! mesin cepat aus. ada beberapa merek paten yang prosesnya daur ulang. katanya untuk penyelamatan lingkungan! Benarkah?

7. jangan beli Oli Palsu (biasanya oli bekas yang dioplos)

8. jangan telat ganti, gak perlu yang mahal-mahal! yang penting sesuai peruntukannya

WARNING : oli palsu banyak beredar! biasanya bengkel ngumpulin hasil tap-tapan oli, oli ini akan disetor ke pengepul trus setelah terkumpul proses pemurnian dilakukan! untuk memisahkan oli dari gram dan jelaga oli dicampur abu. setelah beberapa hari kotoran mengendap dan oli dapat dipisahkan. oli kotor ini dicampuri air accu (H2SO4), maka oli akan menjadi bening kembali. Untuk memisahkan Oli dan air accu maka oli direbus hingga asam sulfat menguap! tapi sulphur yang terkandung dalam oli tidak hilang. bahaya jika oli tersebut dipakai kembali, sparepart tidak tahan lama karena teroksidasi sulphur. Sebenarnya ada senyawa kimia yang dapat memisahkan oli dari gram dan jelaga, hasil akhirnya sudah pernah diteliti oleh penulis di lab kimianya-UGM (th2004)! hasilnya oli bisa dipakai kembali dan unsur yang terkandung dalam pelumas masih dalam ambang batas, jaman dulu dipakai untuk bahan-bakar pengganti batu-bara dan kalo dijual untuk pelumas mesin  pasti ilegal………