Arsip Tag: cairan pendingin

Radiator Coolant beracun (mengandung limbah B3)…masih yakin pabrikan motor care terhadap lingkungan???

Mungkin kalo begawan menulis tentang radiator coolant udah basi kali yak….tapi yo wis ben…buat catatan pribadi saja…sapa tahu ada yang membutuhkan!!! Bukan memojokkan pihak2 yang masih menggunakan…agar tahu sama tahu saja bahwa bahan yang satu ini berbahaya jika tertelan anak kecil….hehehehehehe………

apa sih bahan radiator coolant???

dari literatur yang pernah begawan baca radiator coolant sebenarnya juga air….cuma ditambahi zat2 tertentu….zat2 penting tersebut berupa

1. anti freeze…alias anti beku …untuk menghindari kebekuan dibawah nol drajat maka coolant ditambah Ethylene Glycol…bahan ini berbahaya karna bersifat beracun..aromanya yang wangi dan agak manis akan menarik hewan peliharaan untuk menjilat..ataupun yang lebih parah anak anda meminumnya…wis tobat bakale!!! so mirip2 arsenik ….akhir2 ini Ethylene Glycol di ganti dengan Propylene Glycol…di negara2 yang aturan B3 nya sangat ketat senyawa ini yang dipakai…sayangnya kemampuan tidak sebagus Ethylene Glycol dan bersifat karsinogen….

oh iya..minyak rem juga mengandung bahan yang satu ini lho…so hati2

2. lanjut ke zat aditif berikutnya yaitu Silikon….selain bisa membuat dada cewek gembung…silicon juga dimanfaatkan sebagai inhibitor….pencegah karat…trus kalo sebelum dikasih coolant radiatornya sudah berkarat gimana?? yo tetep saja karat akan berlanjut!!! korosi atau bahasa kerennya Fe2O3.xH2O terjadi karena adanya reaksi redoks…dimana ada yang bersifat sebagai katoda dan anoda….penyebab korosi sendiri adalah Uap air (bukan air lho) dan Oksigen…..So selama bahan dasar coolant adalah air tetap saja potensi korosi terjadi….untuk meminimalkan korosi hanya dengan menambahkan inhibitor/penghalang yang berupa silikon dan memastikan tidak adanya udara yang terjebak dalam shielding jacket mesin…bukan pada radiator lho..saat coolant dituang

3.zat aditif lain adalah senyawa garam (bukan garam dapur lho)…senyawa ini ditambahkan untuk menaikkan titik didih…kenapa titik didih harus dinaikkan…dengan berbagai tambahan aditif maka daya handar panas coolant menurun drastis…jika air memiliki konduksi  sebesar o.6 kal/g dan konveksi sebesar 1829 kal/g maka coolant dengan kadar Ethylene Glycol 50% hanya memiliki konduksi sebesar 0.4 kal/g dan konveksi sebesar 897 kal/g…..so pake air murni jelas lebih adem………..trus gimana begawan, kan air mudah menguap?? dari tabel yang ada didapat bahwa penguapan air sebesar 1gr/cm3 dan coolant dengan kadar Ethylene Glycol 50% sebesar 1,06gr/cm3…so bisa dibandingkan sendiri….

trus senyawa garam tersebut apa saja yak…biasanya coolant mengandung senyawa phospate,nitrat juga borat…weleh….

nah akhir2 ini sounding pabrikan motor tentang bahan2 ramah lingkungan nyaring terdengar….”jarene” pabrikan Z pake kampas rem dari bahan non asbestos…biar ramah lingkungan…efeknya rem gak pakem……pabrikan motor X menggunakan sistem injeksi O2 pada knalpotnya sehingga kadar CO yang diproduksi rendah…tapai kenapa masih pake radiator coolant mengandung racun???? Pembodohan gak sih kalo kayak gini??? Apa teknologi diterapkan untuk meloloskan standar yang telah ditetapkan pemerintah saja..misal pada Emisi gas buang…yang efeknya harus nambah catalic converter lah pake o2 injeksi lah…giliran yang gak disorot publik kok tetep lanjut yak??? kalo menurut agan2 gimana nih??? monggo di share…tapi ojo SARA lho ya…hehehehehe