Mau Nasionalis, Kapan??? Kebijakan Vs Nasionalisme!!

Kadang orang cuma berpikir dangkal…sedangkal artikel kali ini….disaat anak2 sekolah bisa bikin mobil di blow-up….semua pada heboh ada sejuta sanjungan…ada juga sejuta cacian…karena produk serupa telah ngaspal dinegara lain…lantas ada juga sejuta pembelaan karna berbagai alasan….sah2 saj sih…tapi kalo boleh disimpulkan…semua yang menyanjung, menghujat dan membela punya pijakan yang sama!! yaitu NASONALISME…yang menyanjung merasa bangga…yang mencaci merasa kecewa dan ditipu…yang membela merasa harus menghibur diri ditengah ironi…………

LANJOOT GAN!!

Lalu orang dikatakan nasionalis itu seperti apa?? apakah misuh2 kepada yang lain….apakah sekedar pemikiran…ato harus mengkonsumsi segala sesuatu yang berasal dari dalam negeri???

mereka yang misuh2 sudah merasa nasionalis…karna berpikir bahwa yang mengkritik adalah antek2 kompeni, antek2 nippon ato bahkan malingsia…padahal keluarganya bangga menjadi TKI di malingsia….padahal bangga kalo kerja di ATPM otomotip jepang…padahal mati2an pengen kerja di pertambangan milik kompeni!!…malah semua yang dipake adalah merek2 impor…malu kalo pake produk dalam negeri…halah…

mereka yang katanya mahasiswa dan lsm sok jadi pemikir nasionalis….mendemo kebijakan ini, itu…bla..bla..bla…tapi begitu turun dijalan anarki dimana2, macet, merusak fasilitas umum dan menimbulkan ketakutan bagi pengguna jalan….halah…yang ini lebih parah

Apakah nasionalis itu harus menggunakan produk dalam negeri??? padahal…kedelai, jagung, garam, otomotif, pakaian, sampai gunting kuku saja masih import!!

PEMAKSAAN PERTAMAX

nah ini yang bakal jadi sumber masalah…di april tahun ini masyarakat pengguna R4 diwajibkan memakai pertamax!! weh….katanya kalo mau nasionalis, ya harus mendukung…lha wong dana subsidi premium sudah mengeruk APBN cukup besar!! Tapi tahukan, kalo PERTAMAX adalah produk import….selama ini semua yang berbau luar negeri cukup digemari oleh bangsa indonesia..bahkan gula rafinasi sampe bocor ke pasar tradisional…hanya satu..barang import yang gak jelas pasarnya…yaitu PERTAMAX….Mungkin saja pertamax dibandrol murah dinegri asalnya…lha wong performanya cuma 11-12 dengan premium…bahkan beberapa kajian ilmiah menyebutkan kalo kalori pertamax lebih kecil dibanding premium…menang angka oktan doang…..!! Nah jika pengguna R4 wajib pertamax…maka Importir (pihak yang diuntungkan)…akan mendapatkan banyak keuntungan…maklum orang indonesia merupakan kue empuk bagi pebisnis tak terkecuali importir PERTAMAX!!

Kenapa kok tidak memakai premium yang asli racikan pertamina??? bukankah disloganya…kami untung bangsa untung!! Mana kebanggaan rakyat indonesia akan produk dalam negrinya?? kenapa pembuat kebijakan memaksa rakyatnya memakai barang import??…so kapan mau berdikari?? kalo bensin saja import..maka negara lain yang untung bukan BUMN indonesia!!

22 thoughts on “Mau Nasionalis, Kapan??? Kebijakan Vs Nasionalisme!!

  1. Jyangkrik tenan…. Wasyue… bikin mendidih aja neh tulisan, baru kemaren ngeluh sama mekanik Fontana, kenapa habis pakai Shell ganti Pertamax nih Jalitheng tarikan berat bener,…padahal niatan jd sok nasioanlis wess sekalian ajalah pakai produk VOC yg pasti pasti

  2. subsidi dari mana ya????ngitungnya gimana?
    lha wong negara ini ngeruk minyak mentah dari perut bumi g perlu beli laagi….dngan tetek bengek biaya produksi,trus dijual 4500/liter,itu udah + profit…..
    lha sekrg ngitungnya ‘subsidi’?pke patokan dolar?aneh aja org tgal ngmbil dari bawah tanah doank kog dihitung beli
    itu belum dihitung dgn minyak indosia yg dikeruk asing…dan indonesia cuma dikasih ongkos sewa tanah…coba klo itu semua di ambil alih,4500/liter juga sudah kemahalan…….

    yg jelas jika ga ada “subsidi dia blg” dijamin pertmina tewas,org milih beli shell,petronas,dsb

  3. maaf bro, saya mo klarifikasi…dari mana bro tau kalau PERTAMAX itu produk import…? Mohon referensinya…

    Karena setau saya, produk-produk tersebut (dari minyak tanah hingga avtur) diproduksi di Kilang-Kilang (Refinery Unit) Pertamina di seluruh wilayah Indonesia. Untuk wilayah jakarta biasanya dari RU IV-Cilacap.

    Permasalahan yang dihadapi, sebenarnya Pertamina rugi karena dipaksa untum menjual Premium dengan harga Rp.4.500,-/liter. Karena cost produksi, transportasi serta cadangan umumny cukup besar. Memang c Pemerintah bilang ada anggaran di APBN,, tapi itu khan ceritanya, di lapangan beda bro,,biasanya klu Pemerintah kepepet ujung”nya Pertamina yg disuruh cover (cape dehh)

    Kedua, masalah import minyak. yg diimport itu bukan minyak matang, tapi minyak mentah…? pertanyaanya, kenapa kita Bangsa penghasil minyak malah harus import minyak…? Yah, coba tanyakan sama diri sendiri serta orang” yg suka membeli kendaraan bermotor (ditepu” sama ATPM n Jepun”, dll.). Peningkatan kendaraan bermotor yang sangat signifikan telah membuat konsumsi minyak kita meledak. Saat ini produksi minyak kita hanya di kisaran 900 ribu barrel/hari, sementara konsumsi kita di sekitar 1.300 ribu barrel/hari. Jadi mo gimana…? yah terpaksa import,,,kalu ga mau import kita sama” naik sepeda aj, ya ga,,,^^

    Ketiga, sebenarnya dari 6 kilang milik pertamina, hanya 1 kilang saja yang untung (RU VI-Balongan, karena kilang baru & tercanggih), sisanya 5 kilang yg lain mengalami kerugian termasuk kilang terbesar Pertamina (RU IV-Cilacap). Dan apakah Bro skalian tahu, total kerugian seluruh operasional Kilang tahun 2010 kemarin sekitar 10 Trilyun.Kalau dilihat secara ekonomis harusnya yah ditutup aj, wong rugi…!? Tapi kalau ditutup, nanti siapa yg mao memproduksi bensin/pertamax/avtur bwt masyarakat…? Sedangkan baru pengirimannya telat aj sah banyak yg komplain…wkwkwk. Apakah ini Nasionalisme…? Bro” bisa jawab sendiri,,,^^

    Demikianlah sekelumit pandangan saya (kalau diteruskan bisa ajadi essay nanti, hahaha) terhadap tulisan Bro di atas. Naas memang, tapi permasalahan di Negara kita memang SUPER KOMPLEKS. Harapan saya semoga kta semua bisa lebih bermawas diri dan lebih dewasa dalam menyikapi setiap peristiwa.

    Keep Brotherhood,

    Salam Bikers…!

    • kapasitas terpasang kilang indonesia untuk pertamax cuma 1juta kilo liter….kalo efisiensi cuma 70% itung sendiri kapasitas produksinya!!! setahu saya chemical specialties co.LTD singapore adalah perusahaan besar yang siap memasok bahan baku BBM di indonesia…soalnya aku pernah mengerjakan kilang mereka di singapore…jadi sedikit tahu….xixixixixi……

    • betul sekali, pertamax bukan lah produk impor, kita bisa memproduksi sendiri semua, dan asal tahu saja di negara luar, minyak indonesia termasuk golongan lebih baik untuk produk2 pertamax 92, 95 dan kalau ada ron 98,

      sedangkan pertamax yang dihasilkan dari produk minyak brent memiliki kekurangan, karena brent pengotornya cukup banyak juga, sehingga memproduksi bbm lebih baik menggunakan minyak brent, selain lebih hemat, juga tidak “sayang” energi

      permasalahannya, masyarakat diblunderkan dengan hitungan lifting kita yang menganggap indonesia kaya minyak, wah ini kutukan SDA.
      karena minyak SDA tidak terbaharukan, jadi terlena, dengan anekdot ini sehingga beli mobil maunya dapet bbm murah…

      kenapa singapura tertarik mengolah minyak indonesia?
      karena potensi kilang kita tidak mencukupi produksi kebutuhan bbm diindonesia, sungguh amat sangat disayangkan apabila kilang2 di indonesia di khususkan untuk hanya memproduksi premium ron 88, dan produksi ron 92,95 dan 98 di lakukan singapur,

      ini baru namanya jual mentah beli matang dan tidak nasionalis bisa jadi sebutannya.

      jangan terlena dengan lifting kita 930.000, dan semua dipake premium ron88,
      mallah sangat disayangkan keborosan energi tersebut

  4. perubahan sebatas omong, nasionalisme musiman (pas 17-an). coba kita punya presiden kayak pak soekarno lagi…. “ganyang nippon, go to hell amerika, ganyang malaysia”

  5. kalau pertamina rugi ya yg pejabat di pertamina jatuh miskin lha ini perusahaan rugi kok pegawainya pada tambah kaya raya dan berebut jabatannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s