Radiator coolant atau air murni??? Apa pilihan pendingin mesinmu???

gak mobil gak motor….sekarang sudah pada pake radiator….dulu pas jamannya mazda b600 atau vw kodok…mobilpun cuma pake oil cooler….

pertanyaan sekarang banyak muncul, bahkan jadi perdebatan…..bagusan mana sih air murni atau radiator coolant…….banyak testimoni yang saling bertentangan….bikin pusing lagi…soalnya semua ada dasar teorinya!!!

Ethylene Glycol dan Propylene Glycol adalah senyawa yang ditambahan pada radiator coolant….penambahan zat tersebut berfungsi sebagai zat anti beku pada radiator coolant!! Di negara2 otomotif pembuat mobil…rata2 memiliki cuaca 4musim…dimana ketika musim dingin suhu lingkungan bisa dibawah nol derajat…..diketahui pula bahwa air akan mengalami anomali pada suhu 4 derajat celcius….air akan memiliki volume yang lebih besar sementara massanya cenderung tetap…jika hal ini terjadi dalam blok mesin…bisa dipastikan blok mesin akan pecah terkena anomali…..

nah di negara tropis kan tidak ada musim dingin….perlukah kita juga memakai radiator coolant?? atau cukup pake air saja…..perlu diketahui bahwa ethylene Glycol dan Propylene Glicol adalah termasuk limbah B3 yang sangat berbahaya bagi lingkungan……so pilihan ada ditangan anda masing2……jangan sampai ketidak tahuan kita menjadi petaka bagi orang lain maupun lingkungan!!!

sering bikin pusing...begitu meleduk....mesin melengkung!!!

salah satu jenis coolant yang mengandung limbah B3...

 

monggo di share…mungkin next time akan diulas untung rugi coolant vs air

24 thoughts on “Radiator coolant atau air murni??? Apa pilihan pendingin mesinmu???

    • vartech embuh…soale masih bawaan motor…untuk sutar pake air biasa..dan ternyata tidak karatan….ingat itu mobil dah ngaspal dari tahun 90-an…dan no problemo…wanti2 dari pemilik lama juga suruh ngisi air saja

  1. sebenernya air murni = potensiaal banget mendinginkan engine, hanya saja tidak bersahabat dengan radiator dan jalur pendinginan (karena sifat korosif nya) *di motor balap sepertinya malah pakai air murni, namun kan sekali pakai langsung kuras 😀 jadi aman terhadap sifat korosif

    nah berhubung untuk harian yang dipakai dalam interval lama, ya ambil coolant aja, kan tahan korosi , dan titik didih nya sudah disesuaikan😀

  2. saya pake coolant, karena air biasa bikin lumutan dan kerak..saya pake coolant, karena air biasa bikin lumutan dan kerak..

  3. Kalo problemnya Glycol,,, maka gunakan Coolant Glycol Free (Bebas Glycol), seperti Prestone yang warna jerigennya merah, atau Top 1 Super Coolant.

    Bebas Glycol, tapi tetap ada Corrotion Inhibitornya, jadi aman.

    Selain itu, karena Bebas Glycol, Heat Exchange Coolant juga jadi lebih baik.

    Titik Didih Coolant Glycol Free adalah 115C – 125C, Titik Beku -4C pada Tekanan 108 kPa atau 15 psi. Rata-rata Radiator Cup saat ini terspesifikasi 108 kPa.

    Banyak orang yang gk mau kalo gk ada Glycol karena masalah Titik Didih, mereka mengira jika tidak ada Glycol maka TItik Didih cuma 100C. Padahal itu salah.

    Come On,,, negara kita ini tidak butuh AntiFreeze (Glycol), terus terang, kita patut bersyukur akan hal itu🙂

    Hal ini juga bikin kita berhemat, dengan tidak menggunakan apa yang tidak kita butuhkan.

    Kita tau sendiri, Jepang, Amerika itu 4 Musim, adam Musim Dingin. Bukan lantas jika mobil/motornya dipake di Indonesia lalu wajib pakai AntiFreeze. Tidak masuk akal menurut ane.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s