Rangka dicoak, dibor, digerinda, dilas…masalah gak?? dari sudut pandang ilmu bahan

Gonjang ganjing terjadi lagi…kali ini tentang NMP….dulu, ketika awal launching dipuji seribu kata…sekarang ketika coakan muncul menjadi sumber keraguan….yang sudah meminang jadi resah….!!! Ujung2nya banyak Pm yang nyamper ke begawan…walaaaaaa……

Tapi begawan tidak akan membahas detail tentang masalah kekuatan rangka…apalagi rangka NMP yang jadi banyak polemik…sebab secara defacto belum pernah kejadian NMP bubar gara2 rangka dicoak…betul kan!! Lihat ajah gambar dibawah ini

walaaaaaa...coakannya banyak banget...kok gak patah2 yak???

Nah…bagaimana dengan motor merah diatas?? Kuat gak?? seberapa kuat??? Tenaganya nyampe 27DK lho…itu masih sutandar…gimana kalo udah dikorek??? Mumet tho?? Padahal kalo buat balap harus memenuhi kaidah safety!!! kok ya lolos scrut ye??

Sebenernya banyak sekali ilmu yang berkaitan tentang rangka…bisa dilihat dari konstruksinya….maka analisa memakai ilmu mekanika teknik…bisa dilihat dari kualitasnya…maka analisa memakai ilmu material/bahan sub metalography…..nah jika dilihat dari ketahanannya terhadap suatu beban statik/dinamik maka perlu analisa dari ilmu metoda elemen hingga……tapi tidak etis jika seseorang menjustifikasi bahwa suatu hasil rekayasa engineering cacat hanya karna dugaan….tanpa adanya bukti suatu kegagalan fungsi dari rekayasa(modifikasi) itu sendiri!!!

nah secara metalography rangka yang melalui banyak proses memiliki persoalan tersendiri…dari proses awalnya saja pengerjaan pipa melalui hot/cold ekstrusi akan menimbulkan adanya tegangan sisa (residual stress)….selanjutnya pada saat pengelasan juga menambah tegangan sisa….trus kalo suatu pipa dicoak apa jadinya?? tegangan sisa akan terkonsentrasi pada lubang coakan dan akan menjadi suatu inisiasi retak yang menjadi penyebab utama kegagalan fungsi….

dari tadi kok sing diomongin tegangan sisa….panganan opo sih??? tegangan sisa adalah tegangan dari sebuah proses machining yang sangat merugikan pada suatu struktur rangka/sebuah benda….tegangan sisa akan hilang ketika dilakukan treatment bernama normalising…..nah kalo setelah dicoak trus ditutup pake las gimana?? pada saat pencoakan (di gerinda ato bor) maka struktur mikro akan berubah….begitu pula saat hasil coakan dilas….maka dengan serta merta akan menurunkan kekuatan seiring berubahnya struktur mikro material….

makanya jadinya berupa dilema…dimana pada proses dingin material akan bertambah residual stressnya dan pada proses panas struktur mikro yang berubah…dengan berubahnya struktur mikro sifat logam campuran juga akan berubah….nah ruwet tho!!!…lha kalo ngitung berapa life time setelah melalui banyak proses machining…itu analisanya pake metoda elemen hingga…..banyak software berbandrol ratusan/ribuan dollar yang menyediakan jasa perhitungan tersebut…..hehehehehehe…..

tapi secara psikologis dengan adanya coakan pada rangka akan membuat calon konsumen ragu2…….hem…makin sulit saja menentukan pilihan motor batangan di range 20jutaan….maklum dalam dunia bisnis ada istilah….”jelek aja laris (laku) kenapa harus bagus!!!!!”…..kabooor sambil ngegas starlet item….bruuuuummmmm………………

58 thoughts on “Rangka dicoak, dibor, digerinda, dilas…masalah gak?? dari sudut pandang ilmu bahan

      • genepi sisan 600 kata, trus nanti tak enggrisken sekalian kisanak..
        di spin 10 kali, artikel e di jual satunya 5$ lumayan xiixixixi😀

      • eheheh… ndak maksud saya, lha itu eman2 tho ki kolor ijo?
        materi 20 sks pasti muanteb sibb mendalam dan berbobot niche nya pasti dapet hahahahah

        Pemasukan?😳 malu, dikit og

  1. semalam habis dibahas begawan di rumah saya😀
    banyak istilah tehnik disini yang bikin saya manggut-manggut (ora mudheng)😈
    pandangan saya secara umum saja, setelah keluarnya NMP ini sepertinya belum ada kasus patah tulang NMP, dan lagian rangka NMP dibuat juga bukan untuk lompat-lompatan ala KLX. Tapi memang bagi orang awam issue ini bikin puyeng juga…..:mrgreen:
    ah! mending bikin rangka aja sendiri mirip kucing ireng saya. kurang puas tinggal las sana-sini!😆

  2. yang saya pertanyakan bukan masalah seberapa kuat rangka besi yg dicoak.. tapi pabrikan sekelas H kok saat design awal tidak memikirkan posisi rangka dan pipa knalpot yg bersinggungan tsb sehingga harus dicoak, toh ya bisa pake rangka double cradle toh?

    ralat kalo saya salah ya begawan..😳

    • iya itu yang saya pikirkan juga. berarti saat buat design tannpa knalpot atau tanpa rangka. pas dibuat jebul mentok terus dicoak

  3. kelemahan rangka coak :

    1. adanya konsentrasi tegangan pada area sekitar coakan, resiko failure lebih besar..apalagi untuk penggunaan harian

    2. dari segi estetika..ora pantes babar blas..(koyo bengkel pinggir jalan..kepanjangan dipotong, kependekan disambung, mentok??? dicoak)

  4. semoga memang sudah diperhitungkan tingkat keliatan (alot) materi & serapan beban & getaran yang terkonsentrasi ke rangka atas sebab klo diliat lebih teliti sepertinya rangka yang dicoak hanya berfunsi sebagai dudukan or pengikat blok mesin, ada juga yang makin besar mesinnya, dudukan rangka mounting engine juga dua, seperti misalnya dimotor2 hyosung

  5. hahaha, padahal sudah hampir sebulan Saya posting coak_an NMP ini kok baru sekarang ya hebohnya..

    http://www.hourex150l.wordpress.com/2011/03/31/ini-thoo-honda-new-megapro/#comment-1210

    aseli nggak nyangka bakalan jadi Hot Isu..
    Intinya gimana ni penjelasan ATPM, bukan atas kekuatan rangkanya lho.. Tapi kenapa di coak..?? Kenapa tidak ‘mau’ bikin disain rangka yang lebih elegant..??

    Klo gambar di atas bisa di maklumi kalo banyak coakannya, lha wong bikinan bengkel pinggir jalan Begawan.. Tapi masak Pabrikan otomotif nomer satu di muka bumi juga ikutan main coak..???!!!!

    PISS..

  6. sebetulnya yang dipermasalahkan
    1. Alasan dicoaknya ? atau
    2. Kekuatan akibat coakannya ?

    klo menurut saya sech ini jawabannya..:)

    “tapi tidak etis jika seseorang menjustifikasi bahwa suatu hasil rekayasa engineering cacat hanya karna dugaan….tanpa adanya bukti suatu kegagalan fungsi dari rekayasa(modifikasi) itu sendiri!!!”

    “apalagi rangka NMP yang jadi banyak polemik…sebab secara defacto belum pernah kejadian NMP bubar gara2 rangka dicoak…betul kan!! ”

    Keep Brotherhod & Keep Safety Riding

  7. sejauh ini kok gak ada masalah ya?
    yg sering dirundung masalah malah tetangga sebelah.
    segitiga retaklah, spido berembunlah, tangki retaklah, dll.

  8. TITIP PENDAPAT DARI TEMAN (KASIE HEATTREATMENT)

    kalo menurut gua (jgn di jadiin patokan), coakan segitu sih ga pengaruh banyak. Ada sih pengaruhnya, tapi ga Turun drastis, karena kekuatan material berbanding lurus dengan luasan penampangnya. Soalnya coakannya juga ga menyudut. Biasanya yang berpengaruh Sangat signifikan terhadap kekuatan material, kalo ada sudut2 yang tajam. Cuman yang harus dijaga, kalo coakannya hasil gerinda di jaga biar ga karatan. Di bersihin coakannya terus di cat lagi.

  9. vixie aja malah ga punya rangka di depan mesin, tp baik2 aja tuh, imho rangka di depan mesin tuh fungsinya buat biar ga keliatan ringkih aja, ato cm buat peredam getaran. sebenernya tanpa rangka dpn tsb, rangka utama udah kuat bopong mesin, liat aja tuh rangka bebek

  10. Namanya mesin lama (crf150f) dibuatkan sasis dan bodi baru (dazzler) ya jelas ada modifikasinya. Terus kanapa mesin atau rangka nggak di desain ulang? Kalau yg tanya seperti ini jadi manajer pabrik, nggak sampai sebulan dah tutup tuh ahm. Selama kekuatannya masih dpt dipertanggungjawabkan, pabrik akan jalan terus. Strategi common parts seperti ini sangat umum di dunia otomotif.

  11. ngutip nih:

    tegangan sisa akan terkonsentrasi pada lubang coakan dan akan menjadi suatu inisiasi retak yang menjadi penyebab utama kegagalan fungsi….

    lama2 iso retak yo mengingat motornya buat buat angkut -angkut .

    .begitu pula saat hasil coakan dilas….maka dengan serta merta akan menurunkan kekuatan seiring berubahnya struktur mikro material….

    agak mudeng kutipan yang ini 😀

    • mencoak akan menimbulkan inisiasi retakan….kalo beban dinamis kecil gak masalah….kalo beban dinamis besar…struktur akan mengalami Fatigue….yang mengakibatkan kegagalan suatu komponen….masih ingat kejadian Jembatan Mahakam 2 yang ancur kan….itulah efek fatigue dari beban dinamis….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s