Vario di kec 90km/jam bergetar!! Case with premium terjadi miss-fire

Hiks…lama juga gak posting…yo wis lah…balik ke vario lagi…posisi saat ini sudah di KM 530-an…dan terus bertambah seiring waktu berjalan. Oli gratisan telah diambil saat di KM 450.

Meski lom ada platnya…vario “ndugal” ini telah menyusuri berbagai medan..termasuk Gunung Kidul yang lumayan eskrim ekstrim. nah beberapa waktu lalu vario ini nenggak 1liter pertamax dioplos 1liter premium….dan kecurigaan begawan terbukti. di RPM tinggi mesin gak bisa laju, tapi malah bergetar layaknya vibrator….hehehehe…kok bisa ya??!! Mungkin ini penjelasan ilmiahnya…meski rada2 gak masuk akal..apalagi masuk kantong!!

Vario di buat dengan kompresi standart 10.7:1….termasuk tinggi untuk motor harian. nah desain demikian untuk mendapatkan tenaga spontan di RPM awal….karna sebagai kompensasi atas mangkok cvt dan roller yang lebih berat dibanding yamaha MIO ataupun Honda Beat…”Seharusnya”..mesin dengan kompresi tinggi nguyup BBM beroktan 92/94 (kalo ada)….nah berhubung coba2 alias eksperimen boleh2 saja kan??!!…..1Liter premium dibanding 1liter pertamax jika di bagi 2 akan dapat BBM oktan 90 (asumsi berat dan Molalitas sama)…

pada kecepatan 0-80kpj mesin sih masih enak digeber…meski suara mesin sudah tidak semerdu ketika memakai pertamax….setelah 90kpj keatas mesin sudah tidak sunyi lagi..tetapi berubah bergetar dan berisik…begitu diturunkan ke 70kpj…kembali anteng!!!….begawan sih gak kaget..soalnya timing pengapian Masih std (sutandar)…dimana pada rpm rendah 1500rpm biasa dipatok 14 degre sebelum TMA..nah di 7000rpm akan dipatok 34 degre sebelum TMA begitu seterusnya dan biasanya pada 10rebu rpm akan dipatok 42degre sebelum TMA. Pada rpm rendah (kec rendah)..premium masih bisa meletik (nyala) sesuai timing pengapian….nah pada rpm tinggi premium tidak kuat lagi menahan kompresi tinggi, sehingga sebelum busi menyala bensin telah terbakar….akibatnya terjadi miss-fire!! Akibat miss-fire akan membuat ledakan ganda pada mesin..dan berujung jebolnya ruang bakar..jika terjadi terus menerus!! Jika mesin memang handal life-time jadi berkurang!!!

nah..karena kejadian tersebut..vario begawan tetep mimik pertamax!! biar anteng dan kenceng…..

artikel ini dibuat sembari nunggu kiriman sampel jaket KOBOYS…yang nantinya akan dipasang…jadi yang telah ngarep2 siap2 saja!!!

semoga berkenan dan bisa menjadi masukan!!! ada juga email masuk yang mengatakan..kalo vario pengin mimik premium ganti CDI program-able ajah….hehehehe….mubadir lah kalo motor spek tenaga spontan disetting mundur……

35 thoughts on “Vario di kec 90km/jam bergetar!! Case with premium terjadi miss-fire

  1. weladalah…………. berarti variokuw hrus mimik Pertamexxx trus dunk…. ISTIMEWA…
    spedo variokuw msh 200km… kec max msh 60 kpj.. blum berani lebih..(sayang mesin mongstor)…cz msh “gluduk.. gluduk” ixixixiii

  2. mas gora……. klau cdi ganti yg unlimiter trus ttep pke partamaxxx apa efeknya?? klau pindah ke premium tpi ttep pke cdi unlimiter apa jg efeknya??
    yg bgus apaan yah cdi unlimitrnya bwt vartech??

    • apa?? cdi un limiter?? nah ini sebenernya pembodohan!!! semua cdi ada limiternya…cuma digeser ajah..yang sutandar cdi akan dilimit di 9rebu rpm maka untuk yang aftermarket…cdi di limit di 15rebu rpm!!! yang berpengaruh bukan limiternya…tetapi derajat pengapian tiap rpmnya!!!

  3. begawean…😛

    coba kalimat sampeyan itu di telaah… itu terjadi miss fire atau ditonasi…?

    biar saya juga makintambahbingung…😀

    * mboh ….

    • detonasi….sama dengan knocking..yaitu terjadi suara ngelitik karena berbagai sebab

      miss-fire…yah mirip2 sih cuma meletiknya busi karena setting cdi tidak sama waktunya dengan terbakarnya BBM

      so, ini cuma penekanan terhadap sebuah kasus!! miss-fire jelas menyebabkan knocking/detonasi……nah detonasi sendiri belum tentu terjadi gara2 miss fire!! kerak yang membara juga bisa jadi penyebab detonasi

  4. vario bagus pertamax / pertamax plus sih ?
    Kata mekanik ahhas jangan pertamax plus krn mesin bisa lebih panas.
    Kalo kompresi segitu bukannya bagusnya pertamax plus ya ?

  5. @darmawan.
    Ganti mesinnya xeon mas
    hahaha:mrgreen:

    Matic cm enak 0-80 aja.
    Dikota2 emang maknyuz.
    Tp untuk antar kota kira2 diatas 200km terasa berat/pelan.
    Kuat 95kpj juga maksa puol2an:mrgreen:
    no offense,
    Jd ya memang diperuntukan buat kota2 saja
    *pengalaman bolak balik 700km pake matic

  6. waduh harus pertamax yh, enakan meong smile ato soul yh, tetep enak gak kasar, tetep rada halus pke pemium doang, padahal abangku mo beli vario, dia tahu konsekuensinya gak yh?… pertamax makin muahaal…😦

  7. @ martini
    Menurut pengalamanku detonasi kok terjadi di putaran rendah, tapi beban berat ya. Misalnya gigi ketinggian di tanjakan. Soalnya efisiensi volumetris lebih bagus waktu putaran rendah. Makanya cs1 ku yg selalu minum premium dijaga nggak dibawah 4k rpm, biar nggak nglitik. Putaran atasnya mantap, sampai 128kpj nggak masalah.

  8. @ nick
    Motor 100-110 cc memang utk dalam kota saja. Apalagi matic, putaran gasnya memang dibikin berat demi keamanan. Kalau mau ringan, diakali saja per yg narik kabel gas, lumayan terasa lebih ringan.

  9. Memang teorinya kompresi 10,7 sudah harus pertamax, tapi ada radiator yg mendinginkan mesin, karbu vakum yg menjaga bukaan gas sesuai putaran mesin, tetap aman kok pakai premium. Lagian utk kasus cs1, kompresi kan sudah turun drpd sonic, sbg penyesuaian utk pemakaian premium.

  10. varioku dulu mik premium, masih bisa 110kph di spidometer meski bokong rasanya disundul-sundul kena limiter cdi.

    CVTnya wae yg ambrol disik

  11. Ping-balik: Pertamak vs Premium Dari Sisi Ekonomi, Abilitas, dan Durabilitas Mesin « Bonsai Biker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s