PENDIDIKAN..ANTARA BISNIS DAN TUNTUTAN…..FENOMENA KOYA!!!

Pendidikan..every body need it…Banyak paradigma muncul…fenomena pun berkembang sesuai pemikiran pribadi masing-masing….

Suatu hari ki kolor ijo bertemu dengan lek GIYO…”woalah ki…nyekolahke anak kok abot banget…nggo mangan wae comprang-campreng..isih ditambah ngingoni anak kemragat!!!” translate “woalah ki (kolor ijo)…menyekolahkan anak kok berat banget..padahal buat makan saja sulit…masih ditambah membiayai anak yang sedang sekolah!!”……

yah itulah fenomena masyarakat yang sekarang ini merasa sulit hidupnya ketika anak beranjak dewasa dan masih sekolah……….meskipun “katanya” sekolah gratis..ternyata pungutan bertebaran bagai jaring ikan….gimana tidak, untuk tingkat SMP saja.. ada uang LKS, uang Les Komputer, Uang tutor/tambahan pelajaran, uang Lab…yang jumlahnya kalo ditotal bisa mencapai kisaran 200ribu per bulan….belum lagi anak merengek minta dibelikan motor baru yang sporti macam Vixion ataupun Ninja..apes2nya ya Satria FU atau MIO….padahal laptop sudah seperti keharusan harus dimiliki oleh setiap siswa….lha yang lain juga punya je……walah tambah pusing ajah……..

Itu dari sudut pandang orangtua yang pusing…nah kita telaah juga dari sudut pandang praktisi pendidikan!! monggo dilanjut……kali ini ki kolor ijo ketemu dengan seorang guru senior yang sudah mau pensiun….beliau berujar…“Orang tua seharusnya tidak serta merta men-justice bahwa pendidikan telah diorganisir menjadi bisnis/tambang uang!!!” “sebab selain menjadi guru saya juga sebagai orang tua”….hehehe….

Dunia pendidikan indonesia sekarang ini mengalami kemunduran..itu kata beliau, bukan karena gurunya bego…tetapi anak sekarang ini tidak punya sopan santun, susah diatur dan gak mau ngajeni (menghormati) yang lebih tua…orang tua sekarang ini taunya beres…anak jadi pinter…sementara mereka sibuk cari duit dan anak2 kok sepertinya kurang kasih sayang…sehingga mencari2 perhatian dengan bertindak negatif………itu ujar beliau

kalo ndak ada pelajaran tambahan…gimana mau bersaing dengan dunia luar….apa kita mau dijajah bangsa lain mulu…..nyatanya didunia kerja, kebanyakan orang kita cuma jadi kuli…itu tak lepas dari minimnya “fitur” yang ada dari lulusan pendidikan ini. orang tua juga kuatir kalo jam 1 siang dah pulang…takutnya si anak malah main dan gak genah juntrungnya…padahal orang tua sibuk kerja sampai larut malam….dilema kan???

nah kalo ada tambahan pelajaran berarti ya harus ada uang ekstra tho….kencing aja seceng…mosok les gratis??..yah kalo ada gembar-gembor gaji guru tinggi..wong ya gak semua…malah yang wiyata bakti cuma dikasih honor 300ribu sebulan!!! nah lho…..opo yo ra mesakke?? buat beli bensin juga kurang…….

trus bagaimana nih menurut komentator semua…..apakah pendidikan sekarang ini memberatkan?? adakah solusi jitu??

11 thoughts on “PENDIDIKAN..ANTARA BISNIS DAN TUNTUTAN…..FENOMENA KOYA!!!

  1. Mungkin kata-kata seperti lik GIYO diatas tidak akan terlontar jikalau dari dini kita sebagai orang tua yg ‘aware dgn masa depan anak sudah mempersiapkan dana pendidikan berupa asuransi ato tabungan pendidikan plus kesiapan mental dalam menghadapi era pendidikan global yg semakin kompetitif sesuai dg perkembangan jaman.
    Terus untuk para guru WB, saya cuman merasa prihatin saja karena mereka hanyalah sebuah biduk dalam papan politik permainan catur dalam dunia pendidikan dinegeri yang berjudul Indonesia🙂

  2. Kalo saya bilang Kementrian Pendidikan kudu dirombak total. Sekolah negeri skrg udah kayak swasta. Ponakan saya yg sekolah di SMP Negeri aja sdh mewajibkan para siswanya memiliki laptop. Blom lg yg masuk kuliah PTN, biaya masuknya setinggi langit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s