Peringatan Hari Kartini Memberatkan Orang tua Siswa……..

Hari telah sore…karena kumandang adzan ashar telah berlalu agak lama. Ada seorang bapak tua mendorong yamaha L2 G berhenti didepan rumah. Mukanya terlihat lusuh, diatas jok motornya yang sudah butut duduk 2 anak perempuan. umurnya sekitar 10 tahunan. Dengan suara parau dia mengetuk pintu dan berkata : “Assalamu’alaikum”

ibu yang sibuk didapur keluar: “ada apa pak?”

Pak tua: “Bu, numpang tanya…apakah disini masih ada salon yang menyewakan baju kebaya buat anak-anak?”

” saya sudah berkeliling dan semua kebaya telah habis tersewa, padahal harga sewanya juga tidaklah murah, satu stel kebaya + riasnya dipatok 110 ribu. kalaupun masih ada, saya harus datang jam satu malam untuk antri rias+sanggul, karena saya diurutan 152!”

“saya tidak punya uang segitu, karena saya memiliki 2 putri yang masih Sekolah!”

ibu bertanya: “lho kok pake kebaya? emangnya ada acara apa? Trus kenapa antrinya harus jam 1 malam?”

pak tua menjawab: “besok kan hari kartini! karena antrinya belakangan, anak saya dapat urutan rias paling awal, sebab yang minta rias pagi sudah dipesan sama yang antri duluan!”

ibu menjawab: ” Ya sudah pak….gak usah cemas, saya punya kebaya buat anak2 kok, jumlahnya juga dua! kebetulan gak dipake! tapi gak ada kondenya..cuma jarit dan kebaya saja….gak usah menyewa…besok kalo sudah selesai di kembalikan saja kemari!”

Sembari menunggu ibu mengambil kebaya…bapak tua itu mencoba memperbaiki motor tuanya yang mogok! ternyata rumahnya cukup jauh, berada didesa dibalik gunung makam “mbayat”. menurut cerita bapak tersebut..sekolahan putrinya mewajibkan setiap siswanya mengenakan pakaian kebaya pada hari kartini, sebagai penghormatan atas jasa R.A Kartini. Begitu juga terhadap siswa2 di desaku…sekolahan mereka mewajibkan hal yang sama.

Dari instruksi dadak-an ini akhirnya tempat2 penyewaan pakaian jawa jadi laris, harga yang dipatok juga jadi sak-enak udele dewe! Salon2 juga penuh menerima order rias ala Kartini. sampai2 antriannya banyak banget dan harus dimulai pada tengah malam (untuk nguber waktu)!

Trus, bagaimana gak pusing jika dalam satu keluarga memiliki anak sekolah 4! Dari mana orang tua dapat duit instan untuk membiayai anaknya tampil ala kartini! Menurut saya pribadi hal tersebut merupakan euforia yang kebablasan dan tidak mempertimbangkan dampaknya secara luas. Seringkali kebijakan dalam dunia pendidikan malah menyusahkan orang-tua juga murid. Padahal kalau ditilik dari segi prestasi, banyak hal yang perlu diperbaiki…

Semoga pada peringatan hari kartini di tahun mendatang tidak memberatkan salah satu pihak…kasihan jika harus ngantri di salon dari jam satu malam…hanya untuk tampil ala Kartini…..(true Story)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s